Saturday, December 29, 2012

Hidroponik


Hidroponik

A.      Pengertian
   Hidroponik (latin; hydro = air; ponos = kerja) adalah suatu metode bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah, melainkan dengan menggunakan larutan mineral bernutrisi atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti sabut kelapa, serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai pengganti media tanah.
Tanaman hidroponik bisa dilakukan secara kecil-kecilan di rumah sebagai suatu hobi ataupun secara besar-besaran dengan tujuan komersial.


B.      Caranya
     Apabila semua bahan sudah siap, pertama-tama ambil kawat kasa nilon letakkan didasar pot. Kemudian masukkan pecahan batu bata selapis, diatasnya diberi batu apung dan batu zeolit hingga sepertiga bagian dari pot yang digunakan. Setelah itu, ambil tanaman yang siap dipindahkan dari polybag ke pot, caranya bersihkan akar tanaman yang selama ini sudah tumbuh di polybag tersebut dengan cara melarutkan media tanamnya (tanah) kedalam air.
    Setelah akar-akarnya kelihatan bersih, kemudian kita amati kembali akar tersebut. Bila ditengarai ada akar yang rusak ataupun terlalu panjang (disesuaikan dengan besarnya tanaman maskot dan pot) sebaiknya dipotong. Demikian juga untuk daunnya, apabila terlalu rimbun perlu untuk dikurangi. Kemudian bibit ditanam dalam pot yang sudah terisi bahan sepertiga bagian dan lanjutkan penambahan media tanam hingga dua pertiga bagian pot.
    Langkah selanjutnya isilah pot bertingkat tersebut dengan nutrisi yang dibutuhkan (sesuai paparan dibawah). Sedang untuk pertama kalinya, tanaman perlu pengerudungan dengan plastik transparan selama dua minggu, letakkan ditempat yang teduh.

C.      Medianya

*      Kultur Air            : Hidroponik Terapung dan Nutrient Film Technic (NFT)
*      Kultur Pasir        : Pasir perlit dan pasir butiran
*      Kultur Kerikil     : Kerikil, Batu apung, Batu karang, Batu bata, dan lain-lain.
*      Vermikulaponik :Serbuk gergaji, Tanah gambut dan Arang sekam.
*      Rockwool Culture.
*        Aeropik

D.     Contoh tanamannya

n  Sayuran : selada, sawi, pakchoi, tomat, wortel, asparagus, brokoli, cabai, seledri, bawang merah, bawang putih, bawang daun, terong dll
n  Buah : melon, tomat, mentimun, semangka, strawberi, paprika dll
n  Tanaman hias : krisan, gerberra, anggrek, kaladium, kaktus dll
E.     Keunggulannya

-    Ramah lingkungan karena tidak menggunakan pestisida atau obat hama yang dapat merusak tanah, menggunakan air hanya 1/20 dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 karena tidak perlu menggunakan kendaraan atau mesin.
-   Tanaman ini tidak merusak tanah karena tidak menggunakan media tanah dan juga tidak membutuhkan tempat yang luas.
-    Bisa memeriksa akar tanaman secara periodik untuk memastikan pertumbuhannya.
-  Pemakaian air lebih efisien karena penyiraman air tidak perlu dilakukan setiap hari sebab media larutan mineral yang dipergunakan selalu tertampung di dalam wadah yang dipakai.
-  Hasil tanaman bisa dimakan secara keseluruhan termasuk akar karena terbebas dari kotoran dan hama.
-    Lebih hemat karena tidak perlu menyiramkan air setiap hari, tidak                                    membutuhkan lahan yang banyak, media tanaman bisa dibuat secara bertingkat.
-   Pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga.
-   Bisa menghemat pemakaian pupuk tanaman.
-   Tidak perlu banyak tenaga kerja.
-   Lingkungan kerja lebih bersih.
-   Tidak ada masalah hama dan penyakit tanaman yang disebabkan oleh bakteri kulat dan cacing nematod yang banyak terdapat dalam tanah.
-   Dapat tanam di mana saja bahkan di garasi dan tanah yang berbatu.
-   Dapat ditanam kapan saja karena tidak mengenal musim.

No comments:

Post a Comment