Hidroponik
A. Pengertian
Hidroponik
(latin; hydro = air; ponos = kerja) adalah suatu metode bercocok tanam tanpa
menggunakan media tanah, melainkan dengan menggunakan larutan mineral
bernutrisi atau bahan lainnya yang mengandung unsur hara seperti sabut kelapa,
serat mineral, pasir, pecahan batu bata, serbuk kayu, dan lain-lain sebagai
pengganti media tanah.
Tanaman hidroponik bisa dilakukan secara kecil-kecilan
di rumah sebagai suatu hobi ataupun secara besar-besaran dengan tujuan
komersial.
B.
Caranya
Apabila semua bahan sudah siap,
pertama-tama ambil kawat kasa nilon letakkan didasar pot. Kemudian masukkan
pecahan batu bata selapis, diatasnya diberi batu apung dan batu zeolit hingga
sepertiga bagian dari pot yang digunakan. Setelah itu, ambil tanaman yang siap
dipindahkan dari polybag ke pot, caranya bersihkan akar tanaman yang selama ini
sudah tumbuh di polybag tersebut dengan cara melarutkan media tanamnya (tanah)
kedalam air.
Setelah akar-akarnya kelihatan bersih,
kemudian kita amati kembali akar tersebut. Bila ditengarai ada akar yang rusak
ataupun terlalu panjang (disesuaikan dengan besarnya tanaman maskot dan pot)
sebaiknya dipotong. Demikian juga untuk daunnya, apabila terlalu rimbun perlu
untuk dikurangi. Kemudian bibit ditanam dalam pot yang sudah terisi bahan
sepertiga bagian dan lanjutkan penambahan media tanam hingga dua pertiga bagian
pot.
Langkah selanjutnya isilah pot bertingkat
tersebut dengan nutrisi yang dibutuhkan (sesuai paparan dibawah). Sedang untuk
pertama kalinya, tanaman perlu pengerudungan dengan plastik transparan selama
dua minggu, letakkan ditempat yang teduh.
C. Medianya
D. Contoh
tanamannya
n Sayuran : selada, sawi, pakchoi, tomat, wortel, asparagus,
brokoli, cabai, seledri, bawang merah, bawang putih, bawang daun, terong dll
n Buah : melon, tomat, mentimun, semangka, strawberi, paprika dll
n Tanaman hias : krisan, gerberra, anggrek, kaladium, kaktus dll
E. Keunggulannya
- Ramah lingkungan karena tidak menggunakan
pestisida atau obat hama yang dapat merusak tanah, menggunakan air hanya 1/20
dari tanaman biasa, dan mengurangi CO2 karena tidak perlu menggunakan kendaraan
atau mesin.
- Tanaman ini
tidak merusak tanah karena tidak menggunakan media tanah dan juga tidak
membutuhkan tempat yang luas.
- Bisa
memeriksa akar tanaman secara periodik untuk memastikan pertumbuhannya.
- Pemakaian air
lebih efisien karena penyiraman air tidak perlu dilakukan setiap hari sebab
media larutan mineral yang dipergunakan selalu tertampung di dalam wadah yang
dipakai.
- Hasil tanaman
bisa dimakan secara keseluruhan termasuk akar karena terbebas dari kotoran dan
hama.
- Lebih hemat
karena tidak perlu menyiramkan air setiap hari, tidak membutuhkan lahan yang banyak,
media tanaman bisa dibuat secara bertingkat.
- Pertumbuhan
tanaman lebih cepat dan kualitas hasil tanaman dapat terjaga.
- Bisa menghemat pemakaian pupuk tanaman.
- Tidak perlu banyak tenaga kerja.
- Lingkungan kerja lebih bersih.
- Tidak ada masalah hama dan penyakit tanaman
yang disebabkan oleh bakteri kulat dan cacing nematod yang banyak terdapat
dalam tanah.
- Dapat tanam di mana saja bahkan di garasi dan
tanah yang berbatu.
- Dapat ditanam kapan saja karena tidak mengenal
musim.
No comments:
Post a Comment