Thursday, February 21, 2013

About pohon Cemara



1.           Sejarah dan Asal Usul Pohon Natal

 

   1.1                       Pemulaan

Kebiasaan memasang pohon Natal sebagai dekorasi dimulai dari Jerman. Pemasangan pohon Natal yang umumnya dari pohon cemara, atau mengadaptasi bentuk pohon cemara, itu dimulai pada abad ke-16.

            Saat penduduk Jerman menyebar ke berbagai wilayah termasuk Amerika, mereka pun kerap memasang cemara yang tergolong pohon evergreen untuk dekorasi Natal di dalam rumah. Dari catatan yang ada, orang Jerman di Pennsylvania Amerika Serikat memajang pohon Natal untuk pertama kalinya pada tahun 1830-an.

            Pohon Natal bukanlah suatu keharusan di gereja maupun dirumah sebab ini hanya merupakan simbol agar kehidupan rohani kita selalu bertumbuh dan menjadi saksi yang indah bagi orang lain “evergreen”. Pohon Natal (cemara) ini juga melambangkan “hidup kekal”, sebab pada umumnya di musim salju hampir semua pohon rontok daunnya, kecuali pohon cemara selalu hijau daunnya.

            Pemasangan pohon cemara, baik asli maupun yang terbuat dari plastik, di tengah kota atau di tempat-tempat umum pun menjadi pemandangan biasa menjelang Natal. Salah satu yang terbesar adalah pohon yang ada di RockefellerCenter di 5th Avenue New York Amerika Serikat.

1.2 Legenda

Ada beberapa legenda/cerita yang beredar di kalangan orang Kristen sendiri mengenai asal mula pohon natal.

            Pengalaman “supranatural” Santo Bonifacius
Menurut sebuah legenda, ada seorang rohaniawan Inggris bernama Santo Bonifacius yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis. Suatu hari dalam perjalanannya dia bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon oak. Untuk menghentikan perbuatan jahat mereka, secara ajaib St. Boniface merobohkan pohon oak tersebut dengan pukulan tangannya. Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut di tempat pohon oak yang roboh tumbuhlah sebuah pohon cemara.
            Martin Luther dan pohon cemaranya
Cerita lain mengisahkan kejadian saat Martin Luther, tokoh Reformasi Gereja, sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang dilihatnya di hutan, Martin Luther memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.

1.3 Kontroversi

            Terlepas dari kebenaran kisah-kisah di atas, hingga hari ini pemasangan Pohon Natal masih menimbulkan pro dan kontra di kalangan umat Kristen. Bagi orang-orang yang tidak berkenan dengan pohon Natal, mengisahkan bahwa pada zaman dahulu bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia, mereka menghiasinya dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil, karena pada tgl 25 Desember ini adalah hari kelahiran dewa matahari, Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Demikian pula hari Minggu adalah hari untuk menyembah dewa matahari sesuai dari arti kata Zondag, Sunday atau Sonntag. Perlu diketahui juga bahwa dewa-dewa matahari lainnya, seperti Osiris, dewa matahari orang Mesir, dilahirkan pada tanggal 27 Desember. Demikian pula Dewa matahari Horus dan Apollo lahir pada tanggal 28 Desember.

            Maka dari itu ada aliran-aliran gereja tertentu yang mengharamkan tradisi pohon Natal, sebab mereka menganggap ini sebagai pemujaan dewa matahari. Pemasangan pohon itu dianggap sebagai bentuk penyembahan berhala. Reaksi penolakan itu bahkan awalnya sempat diwarnai keputusan pemerintah Jerman untuk mendenda siapa pun yang memasang pohon cemara sebagai pohon Natal.

            Hal itu mulai berubah, saat gambar Ratu Victoria dari Inggris, Pangeran Albert dari Jerman, dan anak-anaknya dengan latar pohon cemara, diilustrasikan di London News. Karena sosok Victoria yang sangat populer, pemuatan gambar itu di media massa pun membuat pohon cemara menjadi pilihan lazim sebagai pohon Natal.


1.4 Tradisi

       Setelah masyarakat AS mengikuti jejak Inggris menggunakan pohon cemara pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, industri pun semakin berkembang dan merambah ke berbagai negara. Termasuk industri berbagai hiasan pohon Natal seperti bola-bola yang digantung, pernak-pernik Santa Claus, tinsel (semacam tali berumbai yang dililitkan ke pohon), dan lainnya.

       Karena penggunaan pohon cemara merupakan tradisi Eropa, ekspresi sukacita yang dilambangkan dengan berbagai dekorasi itu berbeda-beda di setiap negara. Indonesia dan Filipina menjadi negara yang sangat terpengaruh tradisi Eropa itu sampai akhirnya para umat Kristen membeli pohon buatan tapi yang penting berbentuk cemara.

       Di Afrika Selatan keberadaan pohon Natal bukanlah sesuatu yang umum. Sementara masyarakat India, lebih memilih pohon mangga dan pohon pisang.

2.  Cara merawat
Sebelum menanam baik di tanah ataupun pot, perlu diperhatikan kondisi media tempat tanaman tersebut di tanam.
-           Bila kondisi tanah keras, maka perlu diolah dgn pencangkulan dan pemberian kompos dan pupuk kandang. Ini untuk menambah unsur hara tanah dan memperbaiki kondisi tanah untuk memudahkan akar mencari makanan.
-          Setelah siap, keluarkan pohon dan periksa sela-sela akar. Bisa saja terdapat hama seperti siput atau jamur yang ngendon di bagian bawah tanaman.
-          - Klaau ada, musnahkan mereka. Setelah itu baru tanam pohon.


Ada beberapa tanaman yang lebih baik di tanam di media pasir seperti cemara.

Medianya adalah :
(Cocok juga untuk Cemara=Juniperus)

- 3 bg pasir ukuran 1-2 mm (tepung pasir jangan dipakai) +
- 1 bg tanah yang gembur (Jangan tanah yang lengket seperti tanah liat, dsb) +
- 1 bg humus (atau kompos sebagai pengganti humus).

                Setelah diaduk rata, baru dipakai untuk menanam (cara menanam dalam pot . Ada sedikit cerita tentang pasir. Sekitar tahun 1990 di Indonesia telah ditemukan satu macam pasir gunung dari pinggiran kota Malang , sehingga disebut pasir Malang . Pasir ini ditemukan oleh pehobi dan pemburu bonsai bakalan di alam. Keistimewaan pasir ini adalah bersih, tidak ada tepungnya maupun sampah. Boleh dikatakan sudah bebas dari hama dan penyakit yang biasa ada di tanah atau pasir kali/gunung. Jadi kalau mau dipakai menanam tidak usah dicuci lagi, dan pasir ini berpori sehingga bisa menyimpan air dan udara.
Mungkin di ganti media aja sebaiknya.

Sumber : wikipedia

Friday, February 1, 2013

Passing Grade SMA/MA Bandung 2012

KodeNamaAlamatClusterQuotaPendaftarNilai
Maks.PG
301SMA Negeri 1 Bandung Jl. Ir. H. Djuanda No. 39 228343038.9537.35
302SMA Negeri 2 Bandung Jl. Cihampelas No. 173 131655839.3537.9
303SMA Negeri 3 Bandung Jl. Belitung No. 8 1284739.639.1
304SMA Negeri 4 Bandung Jl. Gardujati No. 20 134751839.3537.25
305SMA Negeri 5 Bandung Jl. Belitung No. 8 1235539.3538.9
306SMA Negeri 6 Bandung Jl. Pasirkaliki No. 151 222042139.1536.55
307SMA Negeri 7 Bandung Jl. Lengkong Kecil No. 53 225351438.736.6
308SMA Negeri 8 Bandung Jl. Solontongan No. 3 129854139.438.2
309SMA Negeri 9 Bandung Jl. LMU Suparmin 225038138.736.85
310SMA Negeri 10 Bandung Jl. Cikutra No. 77 332653538.7536.9
311SMA Negeri 11 Bandung Jl. H. Akhsan No. 23 130661739.1537.15
312SMA Negeri 12 Bandung Jl. Sekejati Kiaracondong 319430938.6536.85
313SMA Negeri 13 Bandung Jl. Raya Cibeureum No. 52 325528438.3536.05
314SMA Negeri 14 Bandung Jl. Yudhawastu Pramuka IV 318231738.4537
315SMA Negeri 15 Bandung Jl. Sarimanis I 324539438.5536.15
316SMA Negeri 16 Bandung Jl. Mekarsari No. 81 338834638.1535.7
317SMA Negeri 17 Bandung Jl. Caringin Bbk.Ciparay 327540438.735.6
318SMA Negeri 18 Bandung Jl. Madesa Situ Gunting 330732838.0534.95
319SMA Negeri 19 Bandung Jl. Dago Pojok 328328738.236
320SMA Negeri 20 Bandung Jl. Citarum No. 213 221532039.137.5
321SMA Negeri 21 Bandung Jl. Rancasawo Ciwastra 321318437.535.25
322SMA Negeri 22 Bandung Jl. Rajamantri Kulon No. 17 225839738.7537
323SMA Negeri 23 Bandung Jl. Malangbong Raya 326548238.736.7
324SMA Negeri 24 Bandung Jl. Raya Ujung Berung 27 123749039.437.65
325SMA Negeri 25 Bandung Jl. Baturaden VIII No.21 330640338.736
326SMA Negeri 26 Bandung JL Sukaluyu No.26 Bandung322321138.135.2
327SMA Negeri 27 Bandung Jl. Cihampelas No. 173328823737.634.45
328MA Negeri 1 Bandung Jl. Cijerah Gg. Alfi 2343236.5533.35
329MA Negeri 2 Bandung Jl. Desa Cipadung,Cibiru 322728038.4532.3